OKASI TV | BANTEN – Warga Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, menemukan jenazah Surakman, ABK Arupadhatu 1, setelah kapal tersebut hilang dalam pelayaran menuju Gunung Anak Krakatau.
Warga menemukan jenazah itu pada Sabtu (12/9/2026), tanpa mengetahui identitas korban maupun asal-usulnya sebelum polisi melakukan proses identifikasi.
Warga kemudian memakamkan jenazah tersebut pada malam hari setelah tidak menemukan identitas yang dapat mengungkap nama korban.
Surakman merupakan satu dari delapan orang dalam Arupadhatu 1 yang hilang sejak kapal bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Senin (7/9/2026).
Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga kru dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau atau GAK.
Baca Juga: Jenazah ABK Arupadhatu 1 Ditemukan di Pulau Enggano, Identitas Dipastikan DNA
Lima jurnalis itu terdiri dari M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni.
Sementara tiga kru terdiri dari Warta sebagai kapten, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu perjalanan.
Keluarga mulai melaporkan hilangnya rombongan setelah mereka tidak memperoleh kabar sehari setelah keberangkatan dan kapal tidak kembali ke daratan.
Laporan tersebut kemudian menggerakkan tim SAR untuk mencari keberadaan delapan orang itu di sekitar titik terakhir Arupadhatu 1 diketahui berada.
Polisi memperoleh informasi penemuan jenazah di Enggano pada hari kelima pencarian dan langsung berkoordinasi untuk memastikan identitas korban.
Polda Banten berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk mencocokkan jenazah tersebut dengan data delapan orang yang berada di Arupadhatu 1.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, polisi memeriksa kondisi jenazah serta mencocokkan data gigi dan bagian tubuh lainnya.
“Kami menerima informasi penemuan jenazah itu pada hari kelima saat pencarian seluruh korban di Selat Sunda,” kata Maruli, Rabu (23/9/2026).
Petugas juga mengambil sampel DNA keluarga delapan korban untuk mencocokkannya dengan DNA jenazah yang ditemukan warga Pulau Enggano.
Proses identifikasi membutuhkan waktu sekitar lima hingga 10 hari karena polisi harus memastikan kecocokan data jenazah dengan sampel keluarga.
Pemeriksaan tersebut akhirnya memastikan jenazah yang ditemukan warga merupakan Surakman, ABK Arupadhatu 1 asal Carita, Kabupaten Pandeglang.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, polisi memastikan identitas Surakman melalui kecocokan data antemortem dengan informasi dari keluarganya.
“Teridentifikasi sebagai Surakhman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat. Tuan Yayat ini adalah putra kandung dari Bapak Surakhman,” ujar Hengki.
Penemuan Surakman menjadi perkembangan pertama dalam pencarian delapan orang yang hilang sejak Arupadhatu 1 meninggalkan Dermaga Pagedongan.
Sementara itu, Arupadhatu 1 bersama tujuh orang lainnya hingga kini belum ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Baca Juga: Pencarian Arupadhatu 1 Dihentikan, SAR Andalkan Informasi Pelaut dan Nelayan
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, tim SAR menjalankan operasi pencarian selama tujuh hari dan memperpanjangnya hingga mencapai batas 10 hari.
“Informasi yang kami terima tanggal 8 kita tindaklanjuti hingga tanggal 14. Kita masih melakukan pencarian di lokasi hilangnya para korban,” kata Al Amrad.
Tim SAR gabungan tetap menyisir perairan setelah operasi utama berakhir untuk mencari tanda keberadaan korban maupun kapal.
Basarnas kemudian menghentikan operasi pencarian besar-besaran setelah masa perpanjangan selama 10 hari berakhir tanpa menemukan tanda keberadaan korban.
“Sejak tanggal 17, SAR gabungan masih menyisir. Masalah pencarian ulang, secara aturan kita melaksanakan pencarian tujuh hari, diperpanjang sampai 10 hari. Tidak ada tanda-tanda korban,” ujarnya.
Setelah operasi dihentikan, Basarnas mengalihkan upaya menjadi pemantauan dengan mengandalkan informasi dari pelaut dan nelayan yang melintas di Selat Sunda.
Al Amrad mengatakan, penemuan Surakman belum menjadi dasar pembukaan kembali operasi pencarian besar-besaran karena operasi sebelumnya telah mencapai batas waktu perpanjangan.
Menurut dia, tim sebelumnya belum menemukan korban lain maupun Arupadhatu 1 selama pencarian berlangsung di wilayah perairan Selat Sunda.
Jenazah Surakman masih berada di Bengkulu dan Basarnas bersama kepolisian menyiapkan proses pemulangan jenazah ke Banten.
“Untuk barang buktinya hanya jenazahnya saja, jenazah rencananya besok akan dibawa ke Banten,” kata Al Amrad. (*)
