OKASI TV | KAB. LEBAK – Warga Kampung Palendeng, Desa Sindangwangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten, merampungkan pembangunan jalan rabat beton secara swadaya setelah mengerjakannya selama sekitar tiga bulan.
Pembangunan jalan sepanjang 1.350 meter itu menjadi bagian dari upaya warga memperbaiki akses Jalan Poros Desa Gunung Kantong–Kampung Palendeng.
Warga kemudian menggelar syukuran pada Rabu (23/9/2026) untuk menandai selesainya pembangunan yang mereka kerjakan secara gotong royong tersebut.
Jalan itu memiliki lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter sehingga dapat menunjang mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ketua Panitia Pembangunan Ustadz Asep Sunardin menyampaikan apresiasi kepada warga yang ikut mendukung proses pembangunan sejak awal hingga pekerjaan selesai.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas sebagai panitia terdapat kekurangan atau kesalahan.
Baca Juga: Koperasi Bumikiara Bangun Rumah Warga Kerta Jaya, Camat Simpenan Apresiasi
“Kami sebagai panitia ingin memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila selama masa pembangunan ada kesalahan atau kekurangan dari kami. Kemudian, apabila ada uang pribadi kami yang terpakai untuk keperluan pembangunan, kami juga memohon kepada masyarakat agar dapat mengikhlaskannya. Semua yang kami lakukan semata-mata untuk kepentingan dan kelancaran pembangunan jalan ini,” ujar Asep Sunardin.
Asep mengatakan penyelesaian pembangunan tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang bergotong royong selama proses pengerjaan berlangsung.
Ia berharap warga tidak hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi juga ikut menjaga kondisi jalan agar manfaatnya dapat berlangsung lebih lama.
“Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan gotong royong seluruh warga, pembangunan jalan ini akhirnya dapat diselesaikan. Mudah-mudahan hasilnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat jalan ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang panjang,” tambahnya.
Asep juga berharap semangat kebersamaan yang muncul selama pembangunan tetap terjaga setelah pekerjaan selesai.
Menurut dia, gotong royong masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan jalan yang selama ini menjadi harapan warga.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Agus Kusni turut memberikan apresiasi kepada masyarakat yang terlibat dalam pembangunan, termasuk warga yang tetap membantu selama pekerjaan berlangsung.
Agus secara khusus menyoroti partisipasi ibu-ibu dan bapak-bapak warga yang memberikan dukungan sepanjang proses pengerjaan.
“Saya sangat mengapresiasi ibu-ibu dan bapak-bapak warga Palendeng yang tidak mengenal kata lelah dan tetap semangat selama proses pembangunan. Pada akhirnya, selesai juga tujuan dan perjuangan kita selama ini, yaitu ingin mempunyai jalan yang bagus dan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” kata Agus Kusni.
Agus menilai pembangunan jalan tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan pekerjaan yang hanya dilakukan oleh panitia atau sejumlah warga.
Baca Juga: Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Camat Lebakgedong Dorong Sinergi Ulama dan Umara Lewat Pengajian Rutin
“Ini bukan hasil perjuangan satu atau dua orang, tetapi hasil kebersamaan seluruh warga. Karena itu, mari kita jaga jalan ini bersama-sama agar tetap bisa digunakan dan memberikan manfaat untuk kita semua,” ungkapnya.
Syukuran tersebut turut dihadiri Ketua Panitia Pembangunan Ustadz Asep Sunardin, Koordinator Lapangan Agus Kusni, Bendahara Nahrowi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Kampung Palendeng.
Setelah sambutan, panitia dan warga mengikuti doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas rampungnya pembangunan jalan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita sebagai penanda selesainya pembangunan Jalan Poros Desa Gunung Kantong–Kampung Palendeng.
Warga menyambut prosesi tersebut setelah menyelesaikan pekerjaan jalan sepanjang 1.350 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter.
Panitia kemudian menggelar makan bersama yang diikuti warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pihak yang terlibat dalam pembangunan.
Makan bersama itu menjadi bagian akhir kegiatan sekaligus menjadi momentum warga mempererat silaturahmi setelah melalui proses pembangunan secara bersama-sama.
Rampungnya jalan rabat beton tersebut kini memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat Kampung Palendeng dalam mendukung aktivitas sehari-hari.
Warga juga diharapkan mempertahankan semangat gotong royong dengan menjaga dan merawat jalan yang telah mereka bangun secara swadaya.
Pembangunan itu sekaligus memperlihatkan peran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur lingkungan melalui kebersamaan dan dukungan warga. (*)
