OKASI TV | JAKARTA – Pemerintah menyiapkan belanja negara hingga Rp1.300 triliun pada tiga bulan terakhir 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sampai penghujung tahun.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan perkiraan tersebut usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).
“Untuk Q4 ini APBN akan belanja sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun 2025 yaitu Rp1.200 triliun,” ujar Suahasil kepada awak wartawan.
Belanja Negara Naik Rp100 Triliun
Perkiraan itu menempatkan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal IV 2026 sekitar Rp100 triliun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pemerintah berharap peningkatan pengeluaran negara mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama melalui konsumsi dan belanja pemerintah.
Anggaran tersebut juga diarahkan untuk mendukung layanan publik, perlindungan sosial, serta program bantuan pangan yang mulai berjalan pada kuartal IV 2026.
Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Rangkaian Agenda HUT Ke-81 RI, Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
Di tengah rencana peningkatan belanja, pemerintah tetap menjalankan efisiensi agar penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran.
Suahasil menegaskan efisiensi tidak berarti memangkas seluruh anggaran ataupun menghentikan program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto.
Ia mencontohkan perubahan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu langkah meningkatkan efisiensi tanpa menghilangkan tujuan program.
Kebijakan Fiskal untuk Menjaga Ekonomi
Dalam rapat bersama Prabowo, Suahasil turut melaporkan kondisi perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih perlu diwaspadai.
Ia menilai ekonomi domestik masih cukup tangguh sehingga kebijakan fiskal akan terus dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.
Pemerintah berharap peningkatan belanja negara dapat mempertahankan momentum ekonomi pada akhir 2026, dengan pelaksanaan anggaran yang tetap efisien dan kredibel. (*)
