Posted in

Distribusi Air Bersih Lebak Capai 382 Ribu Liter, 48.573 Jiwa Terdampak

Odih Kodari, Okasi TV
Distribusi air bersih Lebak untuk warga terdampak kekeringan
Caption: Petugas menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Lebak. (Dok. BPBD Lebak)

OKASI TV | KAB. LEBAK – Kemarau di Kabupaten Lebak mendorong pemerintah memperluas distribusi air bersih hingga 382.000 liter kepada warga di 15 kecamatan, hingga 15 Agustus 2026.

Penyaluran air bersih Lebak tersebut mencakup 46 desa dengan penerima manfaat sebanyak 13.552 kepala keluarga atau 48.573 jiwa.

Pemerintah Kabupaten Lebak menjalankan penyaluran melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Desa Paja, Kodim 0603/Lebak Distribusikan Satu Tangki Air bagi Warga

Sekretaris BPBD Lebak Febby Rizki Pratama menyebut pemerintah menyalurkan bantuan secara bertahap sesuai kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat.

“Untuk cakupan distribusi air bersih periode Juli sampai dengan 15 Agustus 2026 sebanyak 382.000 liter. Distribusi ini menjangkau 15 kecamatan, 46 desa, 13.552 KK dan 48.573 jiwa,” kata Febby, Rabu (19/8/2026).

Penyaluran tersebut menjadi bagian dari penanganan pemerintah terhadap keterbatasan air yang muncul selama musim kemarau.

BPBD bersama instansi terkait juga memantau wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk menentukan kebutuhan bantuan.

“Distribusi ini kita lakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Kita terus melihat wilayah mana yang mengalami kesulitan air bersih dan membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Hasil pemantauan lapangan dan koordinasi pemerintah menunjukkan kondisi kemarau masih berpotensi memengaruhi ketersediaan air hingga September.

“Berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan rapat koordinasi, dampak musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga September,” katanya.

Baca Juga: Kampung Somang Kembali Terlihat Saat Bendungan Karian Surut, Warga Kenang Kehidupan Sebelum Relokasi

Kondisi tersebut membuat pemerintah mengingatkan warga agar menghemat persediaan air dan memprioritaskan penggunaannya untuk kebutuhan utama.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Persediaan yang ada agar digunakan secara bijak dan diprioritaskan untuk kebutuhan yang paling penting,” tutur Febby.

BPBD juga meminta warga segera melaporkan kesulitan air melalui pemerintah desa atau kecamatan agar kebutuhan wilayah dapat teridentifikasi.

“Kalau ada masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih, segera koordinasikan melalui pemerintah desa atau kecamatan. Dengan begitu, kebutuhan di lapangan bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Selain persoalan air, musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran karena kondisi lingkungan yang semakin kering di sejumlah wilayah.

BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama kondisi kering.

“Di tengah kondisi kemarau, kami juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran. Hindari kegiatan yang dapat memicu api, khususnya di wilayah yang kondisi lingkungannya kering,” pungkasnya.

BPBD Lebak akan melanjutkan pemantauan wilayah terdampak dan menyesuaikan distribusi air bersih dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *