OKASI TV | KAB. LEBAK – Madhalim (86), warga Desa Kertaraharja, Kabupaten Lebak, tetap berkeliling menjual kangkung sambil mengikat perut demi menahan lapar untuk menyambung hidup.
Akun Instagram @respekpeduli.lebak mengunggah video yang memperlihatkan Madhalim menawarkan seikat kangkung, meski sebagian harus dimakannya mentah untuk mengganjal perut.
Perjuangan Madhalim mengundang simpati masyarakat dan mendorong relawan bergerak menggalang bantuan, sementara pemerintah mulai menyiapkan langkah penanganan.
Relawan Respek Peduli, Delima Humairo, mengatakan dirinya telah mengunjungi kediaman Madhalim dan menyaksikan langsung kondisi lansia tersebut bersama keluarganya.
“Beliau (Madhalim) memang kondisinya cukup miris, hidup seadanya,” kata Delima melalui sambungan telepon kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Delima menjelaskan, tim relawan merekam video itu sekitar sebulan lalu saat Madhalim menjual kangkung hasil petikan dari rawa di sekitar tempat tinggalnya.
Saat relawan menemuinya, Madhalim mengikat perutnya karena menahan lapar sambil memakan sedikit kangkung mentah yang seharusnya dijual.
Baca Juga : Pemkab Lebak Alokasikan Rp9,4 Miliar untuk Perbaikan 70 Ruang Kelas SD, Kerusakan Berat Jadi Prioritas
Setiap hari, Madhalim memetik sayuran liar di pinggir hutan lalu menjualnya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
“Beliau metik di pinggir-pinggir hutan, diiket terus dijual sambil jalan di pasar. Gak hanya kangkung, kadang jantung pisang. Beliau juga sering mungutin rontokan sawit buat menyambung hidup,” ujarnya.
Madhalim tinggal bersama istri keduanya, Aliah, yang sedang sakit, seorang anak perempuan, serta seorang cucu di gubuk bekas pabrik kopra.
Gubuk tersebut berdiri di atas lahan milik pihak lain yang akan kembali digunakan pemiliknya dalam waktu dekat.
Ancaman kehilangan tempat tinggal kini menambah beban hidup Madhalim dan keluarganya di tengah keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi.
Respek Peduli bersama jaringan relawan di Banten, Lampung, dan Jakarta kini menggalang donasi untuk membantu mewujudkan rumah layak huni bagi Madhalim.
“Makanya kami dengan semua tim di Banten, termasuk juga yang di Lampung hingga Jakarta tengah mengumpulkan donasi. Tujuannya, agar abah (Madhalim) punya hunian,” tutur Delima.
Baca Juga : Krisis Air Bersih di Desa Paja, Kodim 0603/Lebak Distribusikan Satu Tangki Air bagi Warga
Delima berharap semakin banyak masyarakat ikut membantu sehingga Madhalim bersama keluarganya dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak.
Di tengah upaya relawan menggalang bantuan, Pemerintah Kabupaten Lebak juga mulai menyiapkan langkah penanganan bagi Madhalim.
Sementara itu, Kabag Kesra yang juga Plt Asda III Pemkab Lebak, Iyan Fitriyana, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menindaklanjuti kondisi Madhalim.
Berdasarkan data pemerintah, Madhalim masuk kelompok desil 1 dan tercatat sebagai penerima BPJS PBI, sedangkan istrinya menerima bantuan pangan dari pemerintah.
Iyan mengatakan kebutuhan paling mendesak saat ini ialah tempat tinggal karena rumah yang ditempati Madhalim berdiri di atas lahan perkebunan.
“Sebagai bentuk penanganan, pihak desa kini tengah berupaya mencari tanah bengkok yang dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan rumah bagi Madhalim. Selain itu, pemerintah juga mengusulkan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) melalui UPZ Baznas Provinsi Banten,” kata Iyan.
Pemerintah berharap pencarian lahan dan usulan bantuan rumah segera terealisasi agar Madhalim bersama keluarganya memiliki tempat tinggal yang lebih layak. (Red)
