OKASI TV | KAB. LEBAK – Roda perekonomian warga di pelosok Kabupaten Lebak sempat terancam lumpuh total. Kondisi ini terjadi akibat putusnya infrastruktur jalan yang sangat diandalkan.
Tak ingin tinggal diam, warga Desa Sukamaju dan Ciparasi di Kecamatan Sobang langsung bergerak. Mereka bergotong royong memperbaiki jembatan rusak pada Selasa (3/11/2026).
Jembatan Leuwi Pasar yang menjadi urat nadi mobilitas antardesa dibenahi dengan anggaran seadanya. Akses tersebut sangat penting bagi aktivitas harian warga.
Keterbatasan dana sama sekali tidak menyurutkan semangat gotong royong warga. Mereka berupaya keras merajut kembali penyeberangan vital tersebut.
Agun Balak selaku tokoh pemuda sekaligus penggagas kegiatan menuturkan kisah perbaikan ini. Menurutnya, aksi tersebut digerakkan oleh kepedulian bersama di lapangan.
“Ini murni hasil swadaya masyarakat dari dua desa. Kami bergotong royong dengan biaya seadanya yang terkumpul dari berbagai pihak, karena jembatan ini merupakan akses utama masyarakat,” ujar Agun.
Ia menyebutkan, langkah rehabilitasi ini bersifat darurat. Upaya ini dilakukan agar mobilitas harian warga kembali berjalan normal.
Kendati demikian, kehadiran dan perhatian pemerintah daerah tetap sangat dinantikan guna menghadirkan solusi pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian dan segera melakukan perbaikan secara permanen. Jangan sampai masyarakat terus-menerus memperbaiki jembatan ini dengan kemampuan seadanya,” ucapnya.
Harapan Warga pada Pemerintah
Sementara itu, warga setempat mengakui peranan krusial jembatan tersebut. Infrastruktur ini menjadi penopang utama denyut ekonomi dan rutinitas harian.
“Kami sangat membutuhkan jembatan ini. Harapan kami, pemerintah bisa membangun kembali secara permanen agar masyarakat merasa aman dan tidak khawatir saat melintas,” kata salah seorang warga.
Warga berharap inisiatif kolektif ini segera menarik perhatian pemangku kebijakan. Sentuhan pembangunan berkelanjutan dari pemerintah daerah sangat dinantikan agar warga dapat beraktivitas tanpa rasa cemas. (*)
