Posted in

Rusak Parah, BBI Cipanas Lebak Segera Direhabilitasi

Odih Kodari, Okasi TV
BBI Cipanas Lebak segera direhabilitasi setelah sebagian sarana dan prasarana mengalami kerusakan
Caption: Kondisi fasilitas Balai Benih Ikan atau BBI Cipanas, Kabupaten Lebak, yang akan menjalani rehabilitasi untuk mendukung produksi benih ikan. (Foto: Istimewa)

OKASI TV | KAB. LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak segera merehabilitasi Balai Benih Ikan (BBI) Cipanas yang mengalami kerusakan pada sebagian besar sarana dan prasarana.

Rehabilitasi tersebut memasuki tahap Pre Construction Meeting (PCM) sebelum pemerintah memulai pekerjaan fisik fasilitas pembenihan ikan.

Kepala Bidang Produksi Dinas Perikanan Lebak Denny Iskandar mengatakan PCM menjadi tahap persiapan sebelum pekerjaan rehabilitasi berjalan.

Pertemuan itu melibatkan pengguna jasa, konsultan pengawas, dan penyedia jasa untuk menyamakan pemahaman teknis pekerjaan.

“Saat ini prosesnya masuk tahap PCM untuk menyamakan persepsi teknis pekerjaan. Pekerjaan fisik akan segera dilakukan setelah PCM selesai digelar,” kata Denny, Kamis (17/9/2026).

Kerusakan sejumlah fasilitas membuat BBI Cipanas belum dapat mengoptimalkan fungsi sebagai pusat produksi benih ikan bagi pembudidaya lokal.

Baca Juga: Pemkab Lebak dan Kejari Perkuat Kerja Sama Hukum Bidang Datun

Denny mengatakan pemerintah memprioritaskan perbaikan fasilitas yang berkaitan langsung dengan proses pembenihan.

“Sebagian besar sarana dan prasarana mengalami kerusakan sehingga perlu diperbaiki. Prioritasnya meliputi rehabilitasi kolam atau bak pemijahan, serta rumah jaga atau Kantor UPTD PBATP (Pembenihan dan Budidaya Air Tawar dan Payau, red) Cipanas,” ujarnya.

BBI Cipanas berada di bawah UPTD PBATP Cipanas yang menjalankan fungsi pembenihan dan budidaya ikan air tawar serta payau.

Pemerintah menargetkan rehabilitasi fasilitas tersebut dapat memulihkan kapasitas produksi sekaligus menjaga ketersediaan benih bagi pembudidaya lokal.

Baca Juga: Kwarran Cipanas Gelar LT-II Pramuka, Ratusan Peserta Asah Keterampilan dan Karakter

Denny menyebut kolam pemijahan menjadi salah satu fasilitas penting karena mendukung proses pemijahan hingga penetasan benih ikan.

Ketersediaan benih dari fasilitas pembenihan lokal juga dapat membantu pembudidaya memenuhi kebutuhan produksi tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Rehabilitasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi benih ikan, khususnya lele dan nila. Sehingga bisa menjadi salah satu sumber benih yang mendukung kebutuhan pembudidaya lokal,” katanya.

Setelah tahap PCM selesai, pekerjaan fisik rehabilitasi BBI Cipanas akan segera dimulai untuk memulihkan fungsi fasilitas pembenihan tersebut.

Reporter : Odih Kodari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *