OKASI TV | BANTEN – Basarnas Banten menghentikan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 01 setelah operasi SAR berlangsung selama 10 hari di perairan Selat Sunda, Kamis (17/9/2026).
Kapal Arupadhatu 01 hilang kontak saat membawa delapan orang untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di kawasan Selat Sunda.
Tim SAR gabungan telah menyisir wilayah laut, udara, serta sejumlah area sekitar lokasi yang diduga berkaitan dengan hilangnya kapal tersebut.
Namun, hingga operasi pencarian berakhir, petugas belum menemukan kapal Arupadhatu 01 maupun tanda keberadaan delapan orang di dalamnya.
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan pihaknya tetap memantau perairan Selat Sunda setelah menghentikan operasi SAR aktif.
“Setelah pencarian ini kita hentikan, kita lakukan pemapelan melalui VTS, termasuk dari Lanal dan Polairud yang melakukan patroli di sekitar situ. Aktivitas kapal yang melintas di Selat Sunda ini akan menjadi ujung tombak kita bila menemukan informasi lebih lanjut,” kata Al Amrad, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Dihentikan, Basarnas Pantau Selat Sunda
Basarnas menyebarkan informasi mengenai Arupadhatu 01 melalui sistem komunikasi pelayaran dan sejumlah unsur yang beraktivitas di perairan Selat Sunda.
Al Amrad menyebut pemantauan tersebut tidak memiliki batas waktu tertentu selama kapal-kapal melintas masih berpotensi menemukan informasi terkait keberadaan mereka.
“Untuk rentang waktu itu tidak ada. Apabila kapal-kapal yang melintas menemukan objek yang mungkin dari kapal Arupadhatu 01 atau survivor, itu akan tetap disampaikan kepada kami,” ujarnya.
Selain mengandalkan kapal yang melintas, TNI Angkatan Laut dan Polairud tetap melakukan patroli di sekitar perairan Selat Sunda.
Basarnas akan memverifikasi setiap informasi yang masuk sebelum mengambil langkah pencarian atau evakuasi lebih lanjut.
“Kalau ada penemuan yang menyangkut evakuasi, tetap kami dapat informasi tersebut,” katanya.
Baca Juga: 7 Hari Belum Ditemukan, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Speedboat Diperpanjang
Al Amrad menjelaskan penghentian operasi mengikuti prosedur SAR setelah pencarian awal selama tujuh hari mendapat perpanjangan tiga hari.
“Dalam pencarian dan pertolongan, SOP kami tujuh hari. Setelah itu ada permintaan perpanjangan tiga hari. Kalau tidak ada tanda-tanda korban ditemukan, operasi SAR kita hentikan dan kita lanjutkan dengan broadcast dan pemapelan,” jelasnya.
Selama 10 hari operasi, Tim SAR gabungan mengerahkan berbagai unsur untuk menyisir wilayah yang diduga menjadi lokasi hilangnya Arupadhatu 01.
Kondisi perairan, luas wilayah pencarian, serta minimnya petunjuk menjadi tantangan bagi tim dalam menemukan kapal dan delapan orang tersebut.
Basarnas tetap membuka pemantauan melalui informasi dari kapal yang melintas, TNI Angkatan Laut, Polairud, nelayan, serta masyarakat.
Jika informasi baru menunjukkan keberadaan Arupadhatu 01 atau delapan orang tersebut, Basarnas dapat kembali melakukan operasi SAR sesuai kebutuhan.
Reporter : Odih Kodari
